Tampilkan postingan dengan label SMASH. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label SMASH. Tampilkan semua postingan

19 Oktober 2010

KOHAR (Korek Harian) Motor 4 Tak




Bagian (3)


Pada sesion terdahulu sudah di bahas tentang polish dan knalpot, nah sekarang kita akan dongkrak pengapian di motor standar korek harian. pengapian salah satu peran yang berpengaruh terhadap kinerja motor jika ingin lebih dari motor lain.di motor pasaran terdapat dua pengapian yaitu AC dan DC, pengapian AC yaitu pengapian yang timbul akibat adanya putaran mesin dan magnet+CDI AC. pengapian DC yaitu pengapian yang di hasilkan dari Batere untuk membantu kinerja CDI. Pengapian AC ini biasanya di terapkan pada motor-motor yang tidak banyak memerlukan baterai untuk masukan arus bagi CDI, Honda Tiger, Yamaha RX King, Suzuki RC 100. untuk pengapian DC banyak di pakai pada motor Honda seperti GL pro, Mega Pro, Suzuki Satria 2T, Shogun 110 lama dan lain-lain.


Biasanya untuk mendongkrak pengapian yang simple cukup mengganti dengan CDI type competisi (racing) yang sudah banyak di jual di pasaran, seperti CDI BRT (cibinong) CDI Lampung atau keluaran terbaru yang type nya mirip standar tapi tidak dibatasi dengan Limiter yaitu CDI merk Varro. untuk motor korek harian cukup dengan mengganti CDI yang bisa di pasang langsung plek sesuai dengan jenis motor masing-masing.informasi harga CDI di pasaran :


CDI BRT untuk motor type bebek Rp. 330 - 600 ribu


CDI Lampung Rp. 250 - 800 ribu


CDI Varro Rp. 150 - 450 ribu


CDI only racing Rp. 800 - 2 juta rupiah


jika sudah mengganti CDI dengan type diatas jangan lupa setel dan atur lagi spuyer, ini untuk mengurangi masalah dengan pasokan bahan bakar yang di percikan api besar oleh CDI dan tenaganyapun lumayan bertambah lho... tuh bisa lihat di grafik hasil pengujian oleh pihak BRT, CDI standar vs CDI Racing. selamat mencoba..trus nanti kita nyambung dengan camsahft (noken as)...

KOREK HARIAN MOTOR SUZUKI SHOGUN / SMASH











Modifikasi suzuki memang mengasyikan, apalagi jika melihat intake port yang berbentuk ouval dan tetap terjaga begitu hingga ujung payung klep. Karakter porting seperti ini akan memberi kekuatan pada bottom end serta mid range power. Nah tinggal bagaimana kita mengail tenaga pada putaran atas, namun kali ini order mesin adalah untuk daily use alias masih dipakai bercinta dengan sang pacar, jadi kudu enak buat jalan-jalan walau kadang buat kebut2an. Memanfaatkan banyak komponen standard, karena memang empunya adalah pelajar SMU dengan kantong pas-pas an, jadi ya modif murmer jilid yang kesekian deh hehehee… Rencana ke depan banyak, hanya setahap demi setahap, bahasa inggrisnya mah Alon-alon waton klakon… alah.

Meningkatkan kompresi kita custom piston agar lebih memiliki dome tinggi daripada standardnya, tentu ga bisa setinggi piston racing – hiks hiks.. nanggung… T_T – yah pokoknya cukup mengakomodir kompresi tinggi tapi minum premium di pom bensin pasti pas gak ngelitik.

Pasokan bahan bakar kita kasih pintu yang lebih gede untuk mengoptimalkan area bore, sekaligus mencicil jika nanti pasang piston dari Suzuki Thunder, meriset airflow gede dengan cylinder displacement relatif kecil… mampu gak mesinnya.

Dukungan lain adalah camshaft street yang dipapas hampir 1mm, untuk menambah lobe lift. Durasi overlaping ditambahkan agar putaran atas lebih berisi. Hal ini diimbangi dengan ubahan diameter port 81 % dari klep Intake. Exhaust system murah meriah dengan knalpot freeflow custom sekitar 150.000 saja, kan dana cekak bos… gak dapet subsidi ortu. Modif kecil2an kaya gini aja kudu nabung dari uang saku dan menghemat untuk gak ngerokok tuh si empunya huehehehehehe… Namanya perjuangan memang butuh pengorbanan, bukan.

LOGIN

Template by : JON'S